Koprol

Koprol

Pemain bisnis Internet besar rupanya mulai kesengsem dengan situs-situs asal Indonesia. Kabar yang cukup ramai diperbincangkan di ranah ini adalah langkah akuisisi Yahoo Inc. terhadap situs jejaring sosial berbasis lokasi dan layanan mobile, bernama Koprol.com. Kejadian ini menyusul masuknya East Ventures, venture capital berbasis di Singapura, yang dikomandoi Batara Eto ke Tokopedia.com.

Namun, masuknya Yahoo ke Koprol memang lebih menarik sebagai berita, karena Koprol kemudian menjadi bagian dari layanan Yahoo global. Yang juga menarik, mengapa Koprol yang menjadi sasaran tembak Yahoo, bukan situs lokal yang lebih ngetren dan sudah banyak anggotanya. Menurut Fajar Budiprasetyo, Chief Executive Officer SkyEight—perusahaan yang mengelola Koprol —salah satu faktor penting ketertarikan Yahoo karena melihat orang-orang yang membidani dan mengelola situs ini, yang dinilai cukup mumpuni. “Yahoo menganggap manajemen dan tim koprol mempunyai talent yang sangat kompeten,” ungkap Fajar.

Klaim Fajar tersebut memang diamini Pontus Sonnerstedt. Dalam kunjungan kerjanya ke Tanah Air, Country Manager Yahoo Indonesia ini mengakui ketertarikan pihaknya mengakuisisi Koprol karena melihat potensi bisnis dan kapabilitas yang dimiliki tim Koprol. “Mereka cerdas dan pekerja keras. Dengan sumber daya Yahoo, saya yakin Koprol akan tumbuh cepat, bukan saja untuk industri Internet di Indonesia tapi juga di luar,” jelas Sonnerstedt.

Akuisisi ini juga karena melihat talenta Indonesia lebih mengerti pasar lokal. “Akuisisi Koprol untuk meningkatkan audience Yahoo di sini. Saya yakin mereka lebih paham bagaimana kebutuhan audience di sini dengan sangat baik. Mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan, dan bagaimana inovasinya,” sonnerstedt menambahkan. Boleh jadi, langkah akuisisi awal Yahoo ini juga lantaran Yahoo ingin mengenai karakter pengguna Internet Indonesia. Maklumlah, menurut Sonnerstedt, Indonesia menjadi pasar Internet paling menjanjikan di antara negara ASEAN lainnya. Selain itu, akses mobile Internet di Indonesia tahun ini tumbuh hingga 500%.

Bagaimana proses deal ini? Diungkapkan Fajar, proses akuisisi hingga dicapai kata sepakat membutuhkan waktu 3-4 bulan, hingga akhirnya Koprol diakusisi 100% oleh Yahoo (termasuk manajemen dan semua pegawainya). Dalam negosiasinya, kata Fajar, pihak Yahoo sangat proaktif. Dan, seperti pada proses akusisi umumnya, maka yang paling alot adalah menentukan purchase price. Berapa nilai akuisisinya? Sayangnya, baik Fajar maupun Sonnerstedt, enggan mengungkap nilai akuisisinya. “Maaf, kami tidak bisa berbicara mengenai term of acquisition. Pastinya, sangat menguntungkan dibandingkan dengan nilai investasi yang telah kami keluarkan,” kata Fajar mengelak. “Saya juga tidak mau bicara berapa nilai akuisi Koprol, sebab itu sifatnya konfidensial,” imbuh Sonnerstedt.

Yang pasti, lanjut Fajar, pihaknya rela melepas Koprol dengan pertimbangan bahwa itu merupakan tindakan terbaik bagi Koprol. Alasannya adalah membuat Koprol menjadi lebih besar. Dan, Yahoo diyakini memiliki kemampuan untuk itu. ”And they gave offer that we could not refuse,” ia menandaskan.

Diceritakan Fajar, Koprol mulai dilirik Yahoo ketika ada acara Yahoo Open Hack Day, Nopember tahun lalu. Ketika itu, pihak Yahoo menginginkan mitra lokal yang bisa mendemonstrasikan penggunaan API (application programming interface) situs mereka. Dan, Koprol, klaim Fajar, merupakan satu-satunya pengembang yang berhasil men-deliver permintaan itu. “Koprol menjadi mitra lokal Yahoo di event tersebut. Dari situ Yahoo melihat kinerja dan semangat kami yang dianggap cocok dengan mereka. Kira-kira satu bulan setelah itu, Yahoo expresse their interest of acquiring Koprol,” ungkap Fajar.

Akuisisi Koprol ini sekaligus mengawali ekspansi bisnis Yahoo di Indonesia. Yahoo sendiri sudah mulai masuk ke Indonesia pada 2005, dengan hanya menawarkan layanan Yahoo Answers, Mobile Product, Mobile Corporation, Yahoo Massanger dan sebagainya. Mulai tahun ini Yahoo lebih serius menggarap pasar Indonesia, dengan membuka kantor dan merekrut karyawan baru. Tahun lalu, Sonnerstedt mengklaim, pertumbuhan bisnis Yahoo di Indonesia mengalami double digit. Tahun ini, pasar Indonesia diperkirakan akan semakin kencang. Terutama dengan makin meningkatnya bisnis mobile Internet yang makin terjangkau. Bahkan, Yahoo meyakini Indonesia akan menjadi pasar mobile Internet paling besar di dunia.

Apakah Yahoo masih mengincar situs lokal Indonesia lainnya? “Soal peluang akusisi lainnya, kami selalu terbuka dengan segala kemungkinan. Kami selalu membuka mata untuk peluang itu. Kami selalu membuka diri untuk mereka yang bertalenta tinggi, pekerja keras dan memiliki ide-ide cemerlang,” ujar Sonnerstedt.

Ditargetkan Sonnerstedt, Yahoo akan melipatgandakan audience-nya. Saat ini, menurut Comscore, pada pelaporan bulan Maret, penggunaan Yahoo di Indonesia berkisar 77%. “Goal saya adalah membangun perusahaan dan bisnis di Indonesia, agar Yahoo menjadi nomor satu di mana orang bisa bekerjasama dan bekerja,” katanya lagi. (*)

Oleh A. Mohammad B.S.  (SWA)

Tags: , ,
Category : Berita

Leave a Reply