Meski situs jejaring sosial dari luar negeri banyak meramaikan dunia maya, ternyata situs serupa buatan lokal pun diminati. Buktinya, Friends Uniting Program Especially Indonesian (FUPEI) sejak didirikan tahun 2004 oleh Sanny Gaddafi, kini berhasil menggaet 130 ribu member. Dan setiap harinya angka itu masih terus bertambah dengan jumlah sekitar 300 orang per hari.

Sanny mengaku, beberapa anggota FUPEI juga orang asing karena saat Sanny bekerja sama dengan seorang investor asal AS, server FUPEI berlokasi di luar negeri. Namun, saat ini servernya berlokasi di dalam negeri karena kerja sama dengan investor AS itu sudah putus. Pada dasarnya, semua kalangan dapat menggunakan FUPEI. Namun, sebagian besar pengguna FUPEI berasal dari usia 20-35 tahun dan 15-20 tahun, kata lulusan S1 jurusan IT dan Statistik Ubinus dan S2 bidang Finance Ubinus, itu.

Saat pertama dibuat, FUPEI belum memiliki berbagai fasilitas menarik seperti situs pertemanan lainnya. Kala itu member hanya bisa saling ‘connect‘ dengan rekannya di FUPEI, kirim-kiriman message, dan testimonial. Seiring berjalannya waktu, maka mulailah dilengkapi fasilitas album foto, musik, video, blog, e-card, games dan sebagainya.

Untuk pengembangan selanjutnya, FUPEI akan terus mempertajam fasilitas-fasilitas yang bersifat lokal sehingga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan website-website yang sejenis. Salah satu fasilitas yang bersifat lokal dan menonjolkan keunikan FUPEI sebagai website jejaring sosial lokal adalah adanya 5 bahasa daerah yang dapat digunakan di FUPEI selain Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kelima bahasa daerah itu adalah bahasa Betawi, Jawa, Sunda, Minang dan Lampung. Semua itu juga atas bantuan para member yang sangat loyal dengan FUPEI. Mereka yang menerjemahkan bahasa-bahasa itu. Saya berikan fasilitas itu kepada mereka dan mereka mengerjakan dengan sukarela tanpa dibayar, jelas Sanny.

Selain itu, dengan mempertimbangkan banyaknya situs jejaring sosial yang kini tengah marak, FUPEI juga memberikan fasilitas untuk menghubungkan situs itu dengan Facebook. Ya kita tidak mungkin head to head dengan Facebook, ujar sulung dari 2 bersaudara ini.

Dukungan dan banyaknya publikasi dari media yang berisi ajakan untuk menggunakan website lokal, diakui Sanny, juga membantu website lokal untuk bersaing dengan website asing. Menurutnya, jumlah pesaing FUPEI sangat banyak, baik lokal maupun internasional. Dan karena alasan lokal ini pula FUPEI mencoba untuk terus meningkatkan fasilitas-fasilitas yang menonjolkan unsur-unsur lokalnya.

Namun, target FUPEI yang paling utama adalah mendapatkan investor untuk bisa mengembangkan FUPEI dengan lebih baik. Tidak perlu muluk-muluk untuk menjadi berskala internasional. Cukup di negara sendiri, seperti Mixi di Jepang, sebuah website social networking yang menjadi website nomor satu, jelas pria kelahiran Bekasi, 25 Agustus 1980.

Sanny optimistis dengan prospek FUPEI kelak. Ia menilai, seiring dengan makin mudahnya akses internet, maka prospek website dengan konten seperti ini akan semakin besar. (EVA)

oleh : Kristiana Anissa (SWA)

Tags: , , ,
Category : Berita

One Response to “Media Sosial Lokal: FUPEI Jaring 130 Ribu Member”

  1. snowkiting mengatakan:

    This really is exactly what I was looking for. Significantly appreciated.

Leave a Reply